Bisnis Lendir Di Gajah, Batangan, Pati, Tumbuh Subur, Pemerintah Tutup Mata.

Lokalisasi Gajah Batangan Pati, banyak berdiri bangunan megah yang dijadikan sarang prostitusi.

Pati – Menjamurnya tempat Prostitusi di wilayah bumi Mina tani membuat resah bayak warga masyarakat, Kususnya warga Desa Batursari dan Warga Desa Gajahkumpul Kecamatan Batangan , Pati.

Pasalnya, menurut keterangan warga, dampak aktifitas tersebut, tanah kelahirannya telah tercemar negatif, karena ulah segelintir orang yang mendirikan tempat lokalisasi itu.

Hal itu diungkapkan jasmi (23 tahun) warga Desa Batursari. Dirinya, merasa malu karena Desa yang ia cintai kini tak ubahnya menjadi sarang Prostitusi.

“Saya lahir di Batursari, saya sangat malu dengan adanya lokalisasi Gajah yang berdiri bebas diatas tanah Desa Batursari” ucapnya. (Jumat, 4-10-2019)

Lebih lanjut, Tarjo, mengukapkan, Lokalisasi tersebut sudah lama berdiri namun aparat penegak hukum terkesan tupup mata.

“Dulu pernah ditutup pihak Desa dan muspika,tapi gak tau kenapa kok bisa buka kembali.” Tandasnya.

Menanggapi hal tersebut, Suyanto, Sekertaris LPKKP (lembaga pusat kajian kebijakan publik) sangat prihatin.

“Sangat memprihatikan, Kenapa aparat penegak hukum terkesan menutup mata. Seharusnya perlu dilakukan tindakan tegas, yaitu tidak ada kata lain harus ditutup. Karena sepengetahuan saya justru yang bekerja ditempat lokasi tersebut bukan warga masyarakat Kabupaten Pati, tapi warga masyarakat dari kabupaten lain.”

Ironis, ternyata citra negatif Kabupaten Pati disebabkan karena ulah segelintir orang tak bermoral, yang mengandalkan kekuatan uang (suap, sogok) untuk melancarkan bisnis lendir.

Tinggalkan komentar